Lebih dari 50 juta anak muda akan menjadi pemilih, dalam Pemilu 2014, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.
Komisi
Pemilihan Umum (KPU) tidak akan menyia-nyiakan potensi ini. Peran anak
muda dalam memberikan suara pada Pemilu 2014, dinilai begitu penting.
Komisioner
KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengungkapkan, saat ini pihaknya terus
berupaya meningkatkan peran pemilih muda pada Pemilu 2014.
"Kami
lakukan dengan tiga hal. Pertama, secara masif dan menyenangkan. Dalam
hal ini, kami berikan edukasi yang menyehatkan kepada para pemilih
muda," ujarnya saat ditemui usai diskusi yang digelar Kompas TV bertajuk
'Indonesia Satu', di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat
(12/4/2013).
Upaya kedua, lanjut Ferry, dilakukan dengan pendekatan demokrasi yang baik kepada para pelajar dan mahasiswa.
"Dalam hal ini, kami sudah dan akan terus menggelar talkhow atau diskusi di kampus-kampus," ungkapnya.
Upaya
ketiga, paparnya, dengan mekanisne jejaring yang melibatkan banyak
pihak, seperti jaringan MLM (Multi Level Marketing). Mekanisme
sosialiasi dengan sistem seperti ini, diharapkan bisa berjalan baik.
"Untuk mengajak kaum muda berpartisipasi dalam pemilu, serta memberikan kepada mereka edukasi-edukasi yang baik," imbuh Ferry.
Langkah-langkah
tersebut, kata Ferry, juga sebagai upaya untuk mencapai target jumlah
pemilih pada Pemilu 2014, sebesar 75 persen.
"Kami harapkan, sebanyak 50 juta lebih anak muda akan menjadi pendobrak pemilih di Indonesia," harapnya. (*)

Posting Komentar